Cerita Hot Dewasa ¦ Koleksi Foto Hot ¦ Indo Hot XXX

Indo Hot XXX

Cerita Sek Kenikmatan Majikan Semok

Cerita Sek Kenikmatan Majikan Semok

Cerita Sek Kenikmatan Majikan Semok, Bugil Indonesia, Bugil Telanjang, kisah bokep, Cerita Panas, Cerita Seks, Cerita Sex, Cerita Sex Dewasa, Cerita Sex Dewasa Memek Pembantu, Cerita Sex Sedarah, Foto Bokep, Foto Bugil Indonesia, Foto Hot, Foto Selfie, Foto Sex Xxx, Foto Telanjang, Inesh Melan, Photo Bugil, selingkuh teranyar 2020, tante abg, Telanjang Indo, Xxx Hot Sex

Hingga kini, cerita sex ini masih tidak jarang terlintas dalam pikiran dan pikiranku. Entah sebuah keberuntungankah atau kepedihan untuk si pelaku. Yang jelas dia telah mendapatkan empiris berharga dari apa yang dialaminya.

Sebut saja namaya si Andre. Berasal dari dusun yang sebetulnya tidak jauh-jauh sekali dari kota M. Di kota M berikut dia numpang hidup pada seorang family kaya. Suami istri berkecukupan dengan seorang lagi penolong wanita Inah, dengan usia tidak cukup lebih diatas Andre 2-3 tahun. Andre sendiri berumur 16 tahun jalan.

Suatu hari nyonya majikannya yang masih muda, Ibu Winda atau biasa mereka memanggil Bu Winda, mendekati mereka berdua yang tengah sibuk di dapur yang terletak di halaman belakang, di depan kamar si Andre.

“Inah.., kelak lusa Bapak berkeinginan ke Kalimantan lagi. Tolong siapkan pakaian secukupnya tidak boleh lupa hingga ke kaos kakinya segala..” perintahnya.
“Kira-kira berapa hari Bu..?” tanya Inah hormat.
“Cukup lama.. mungkin nyaris satu bulan.”
“Baiklah Bu..” tukas Inah mahfum.

cerita sex

Bu Winda segera selesai melewati Andre yang tengah mencuci tanaman di pekarangan belakang tersebut. Dia mengangguk saat Andre menunduk hormat padanya.

Ibu Winda majikannya tersebut masih muda, sangat tua barangkali sekitar 30 tahunan, begitu Inah pernah kisah kepadanya. Mereka menikah belum lama dan tergolong lambat sebab keduanya sibuk di study dan pekerjaan. Namun sesudah menikah, Bu Winda nampaknya lebih tidak sedikit di rumah. Walaupun sifatnya melulu sementara, sebatas untuk jeda tidur saja.

Dengan bentuk tubuh langsing, dada tidak begitu besar, hidung mancung, bibir tipis dan berkaca mata serta kaki yang lenjang, Bu Winda terkesan sombong dengan wibawa intelektualitas yang tinggi. Namun kelihatan bila dia seorang yang baik hati dan bisa mengerti kendala hidup orang lain walau dalam proporsi yang sewajarnya.

Dengan kedua pembantunya juga tidak begitu tidak jarang berbicara. Hanya sesekali bila perlu. Namun Andre tahu tentu Inah lebih dekat dengan majikan perempuannya, sebab mereka sering berdialog di dapur atau di ruang tengah bila waktunya senggang. Beberapa hari kepergian Bapak ke Kalimantan, Andre tanpa sengaja menguping percakapan kedua perempuan tersebut.

“Itulah Nah.. kadang-kadang belajar butuh juga..” suara Bu Winda tersiar agak geli.
“Di dusun memang terus cerah saya pernah Bu..” Inah nampak agak bebas menjawab.
“O ya..?”
“Iya.. kami.. sst.. pss..” dan seterusnya Andre tidak bisa lagi menciduk isi percakapan tersebut. Hanya lantas terdengar tawa berderai mereka berdua.

cerita seks

Andre mulai lupa pembicaraan yang memunculkan tanda tanya tersebut sebab kesibukannya masing-masing hari. Membersihkan halaman, mengasuh tanaman, memperbaiki situasi rumah, pagar dan sebagainya yang dirasakan perlu ditangani. Hari demi hari selesai begitu saja. Hingga sebuah sore, Andre agak terkejut saat dia tengah beristirahat sebentar di kamarnya.

Tiba-tiba pintu terbuka, “Kriieet.. Blegh..!” pintu tersebut segera memblokir lagi. Dihadapannya sekarang Bu Winda, majikannya berdiri menatapnya dengan pandangan yang tidak bisa ia mengerti.

“Andre..” suaranya agak serak.
“Jangan kaget.. nggak terdapat apa-apa. Ibu melulu ada butuh sebentar..”
“Maaf Bu..!” Andre cepat-cepat mengenakan kaosnya.

Barusan dia melulu bercelana pendek. Bu Winda diam dan memberi peluang Andre mengenakan kaosnya sampai selesai. Nampaknya Bu Winda telah dapat menguasai diri lagi. Dengan mimik biasa dia segera mengucapkan maksud kedatangannya.

“Hmm..,” dia melirik ke pintu.
“Ibu minta anda nggak usah kisah ke siapa-siapa. Ibu melulu perlu meminjam sesuatu darimu..”
Kemudian dia segera membuang sebuah majalah.
“Lihat dan cepatlah ikuti perintah Ibu..!” suara Bu Winda agak menekan.

cerita bokep

Agak gelagapan Andre membuka majalah itu dan terperangah mendapati sekian banyak gambar yang mengakibatkan nafasnya langsung memburu. Meski orang kampung, dia memahami apa makna semua ini. Apalagi jujur dia memang tengah memasuki usia yang tidak jarang kali membuatnya terbangun di tengah malam karena bayang-bayang dan hawa yang menyesakkan dada bila baru nonton TV atau membaca tulisan yang tidak banyak nyerempet ke arah “itu”.

Sejurus diamatinya Bu Winda yang tengah bergerak mengarah ke pintu. Beliau mengenakan kaos hijau ketat, sedangkan bawahannya berupa rok yang agak longgar warna hitam agak berkilat entah apa bahannya. Segera tangan putih mulus tersebut menggerendel pintu.

Kemudian.., “Berbaringlah Andre.. dan lepaskan celanamu..!”
Agak ragu Andre mulai membuka.
“Dalemannya juga..” agak jengah Bu Winda menyampaikan itu.
Dengan paling malu Andre mencungkil CD-nya. Sejenak lantas terpampanglah perangkat pribadinya ke atas.

cerita sex dewasa

Lain dari benak Andre, ternyata Bu Winda tidak segera ikut membuka pakaiannya. Dengan wajah membungkuk tanpa mau menyaksikan ke wajahnya, dia segera bergerak naik ke atas tubuhnya. Andre menikmati desiran hebat saat betis mereka bersentuhan.

Naik lagi.. sekarang Andre dapat merasakan halusnya paha majikannya tersebut bersentuhan dengan paha atasnya. Naik lagi.. dan.. Andre menikmati seluruh tulang belulangnya kena setrum ribuan watt saat ujung perangkat pribadinya menyentuh unsur lunak lunak dan basah di pangkal paha Bu Winda.

Tanpa menunjukkan sedikitpun unsur tubuhnya, Bu Winda nampaknya berkeinginan melakukan persetubuhan dengannya. Andre menghela nafas dan menelan ludah saat tangan lembut tersebut memegang alatnya dan, “Bleesshh..!”

Dengan badan bergetar antara lemas dan kaku, Andre tidak banyak mengerang menyangga geli dan kesenangan ketika barangnya dilumat oleh daging hangat nan lunak itu. Dengan masih membungkuk Bu Winda mulai menggoyangkan pantatnya. Tangannya menepis tangan Andre yang secara naluriah berkeinginan merengkuhnya.

cerita sex sedarah

“Hhh.. ehh.. sshh.. ” kelihatan Bu Winda menyangga nafasnya.
“Aakh.. Bu.. saya.. saya nggak tahan..” Andre mulai mengeluh.
“Tahann sebentar.. sebentar saja..!” Bu Winda nampak agak marah menyampaikan itu, keringatnya mulai berlahiran di kening dan hidungnya.

Sekuat tenaga Andre menyangga aliran yang berkeinginan meledak di ujung peralatannya. Di atasnya Bu Winda terus berpacu.. bergerak semakin liar sampai dipan lokasi mereka berada ikut berderit-derit. Makin lama semakin cepat dan kesudahannya nampak Bu Winda mengejang, kepalanya ditengadahkan ke atas menunjukkan lehernya yang putih berkeringat.

“Aaahhkhh..!”

Sejurus lantas dia berhenti bergoyang. Lemas terkulai tetapi tetap pada posisi duduk di atas tubuh Andre yang masih bergetar menyangga rasa. Nafasnya masih memburu. Beberapa ketika kemudian, “Pleph..!” tiba-tiba Bu Winda menarik keluar pantatnya dari tubuh Andre. Dia segera berdiri, merapihkan rambutnya dan roknya yang terbuka sebentar.

Kemudian, “Jangan kisah kepada siapapun..!” tandasnya, “Dan bila anda belum selesai, kamu dapat puaskan ke Inah.. Ibu telah bicara dengannya dan dia bersedia..” tukasnya cepat dan segera berlangsung ke pintu kemudian keluar.

Andre terhenyak di atas kasurnya. Sejenak dia berjuang menahan degup jantungnya. Diambilnya nafas dalam-dalam. Sambil sekuat tenaga meredam denyutan di ujung penisnya yang terasa inginkan menyembur cepat itu. Setelah dapat tenang, dia segera bangkit, mengenakan pakaiannya lantas berbaring.

cerita sex dewasa

nafasnya masih menyisakan birahi yang tinggi tetapi kesadarannya cepat menjalar di kepalanya. Dia sadar, tak barangkali dia menuntut apapun pada majikan yang memberinya hidup itu. Namun sungguh spektakuler pengalamannya tersebut. Tak sedikitpun terpikir, Bu Winda yang begitu berwibawa tersebut melakukan tindakan seperti ini.

Dada Andre agak berdesir terkenang ucapan Bu Winda mengenai Inah. Terbayang raut wajah Inah yang dalam benaknya lugu, tetapi mengapa mau diajak melayaninya..? Andre menggelengkan kepala.. Tidak..! biarlah tindakan bejat ini antara aku dan Bu Winda. Tak hendak dia melibatkan orang beda lagi. Perlahan tapi tentu Andre dapat mengendapkan segala benak dan gejolak perasaannya. Beberapa menit lantas dia terlelap, hanyut dalam kenyamanan yang tanggung dan mengganjal dalam tidurnya.

error: #LIGA188 Situs Judi 1 ID Semua Game