Cerita Hot Dewasa ¦ Koleksi Foto Hot ¦ Indo Hot XXX

Indo Hot XXX

Cerita Sex Ngetot Sama Papa Tiri

Cerita Sex Ngetot Sama Papa Tiri

Cerita Sex Ngetot Sama Papa Tiri, game domino terbaik android, game poker terbaik android, Bokep XXX Tante, Hot Foto Tante, Hot Memek Tante, Indo Tante Sexy, judi online terpercaya, Koleksi Foto Tante, Memek Hot Tante, pkv game, pkv game online, Seksi Indo Tante, situs alternatif, Tante Toge Bugil

Perkenalkan, namaku Venus, umurku 24 tahun. Aku mempunyai kehidupan seks yang lumayan menarik. Temanku memberitahuku tentang situs dan saat aku kesatu kali browse , aku langsung tertarik guna ikut melimpahkan kisahku di website ini. Semoga kisahku ini bisa menjadi di antara bacaan yang menarik.

Kisah ini dibuka ketika aku menikmati seks-ku yang kesatu dengan Papa tiriku saat aku masih berumur 16 tahun. Pada ketika umurku 3 tahun, Papa kandungku sudah meninggal sampai ibu menikah lagi dengan Om Mardi saat umurku 5 tahun. Jadi, sekitar 11 tahun aku sudah memandangnya sebagai Papa kandungku, toh aku pun tidak ingat lagi bakal kehadiran Papa kandungku. Namun, semenjak kejadian ini aku tidak melulu memandangnya sebagai Papa, namun sekaligus pun sebagai pemuas nafsu birahiku. Begitupun Papa Mardi yang memandangku sebagai anak sekaligus budak seks-nya.

Untuk lebih memperjelasnya, aku mempunyai tubuh yang lumayan bagus dengan buah dada berukuran 34B. Kulitku putih bersih dengan rambut panjang sepunggung. Aku sejumlah kali menyaksikan dan membuka website porno sebab rasa penasaranku terhadap kegiatan seks yang sangat disukai di kalangan anak laki-laki. Ketika menyaksikan film-film porno itu, terdapat rasa hendak mencoba sebab kulihat alangkah nikmatnya wajah sang perempuan yang disetubuhi. Aku juga sering menginginkan bahwa yang terdapat di film itu ialah aku dan lelaki idamanku, tetapi ironisnya aku kehilangan keperawanan bukanlah dengan lelaki idamanku. Beginilah kisah awalnya.

game domino terbaik android

Pada sebuah Minggu pagi, Ibuku tidak terdapat di rumah nyaris sepanjang hari sebab harus menunggui kakaknya yang sedang diasuh di lokasi tinggal sakit. Jadi, aku bermukim di lokasi tinggal sendiri. Ketika aku berlangsung ke ruang santap untuk santap pagi, aku melulu melihat Papa seorang diri sedang mencicipi nasi goreng.

“Pa, Mama mana? Kok gak ada?” tanyaku seraya mengucek mataku yang masih mengantuk.

Pada saat tersebut Papaku tidak langsung menjawab, Ia terheran-heran untuk sejumlah saat dan menatapku dengan pandangan tajam. Ketika kusadari, ternyata pada saat tersebut aku mengenakan daster putih tipis pendek yang tembus pandang sampai memamerkan lekuk tubuhku. Puting susuku terpampang jelas sebab aku tidak menggunakan bra. Kurasakan mukaku memerah dan spontan aku menutupi dadaku.

“Ehem.. Ven, Mama pergi semenjak jam 4 subuh. Tante Firda seketika koma,” kata Papa segera sesudah sadar dari kagetnya.
“Apa?! Tan.. Tante koma?” ujarku terbata-bata.
“Iya, Ven. Papa tahu anda kaget. Nanti anda jenguk jam 12 ya?”

Aku terisak kecil hati dan air mataku mulai mengalir. Tante Firda ialah tante favoritku. Ia paling baik terhadap Ibu dan aku. Ketika aku masih terisak, Papa segera mendekat dan mendekap diriku.

“Tenang Nin, masih ada asa kok,” hiburnya sambil membelai rambutku.

Aku balas mendekapnya dan mulai menangis tersedu-sedu. Papa mengelus-elus punggungku saat aku menangis, tetapi nafas Papaku tersiar berat dan kurasakan penisnya yang membesar mengurangi perutku. Aku segera mencungkil pelukanku tetapi Papa menahannya.

pkv game

“Pa, lepaskan aku!” jeritku ketakutan.
“Tidak bisa, Venus sayang.. Salahmu sendiri menggoda Papa dengan baju tipismu itu,” ujar Papa, lantas tangannya mulai meremas-remas pantatku dengan gemas.
“Pa, jangan.. Venus gak mau, Pa!” isakku seraya memberontak, tetapi tenaga Papa jauh lebih powerful daripadaku, tak terdapat gunanya aku melawan juga.
“Kamu diam saja, sayang.. Enak kok.. Nanti pasti anda ketagihan,” bisik Papa seraya terengah-engah, setelah tersebut tangan Papa mulai menyusup ke dalam celana dalamku dan meremas pulang pantatku dari dalam.

Aku berkali-kali melawan, tetapi tak berdaya sebab perbedaan tenaga kami. Kemudian, Papa mengusung satu kakiku dan menahannya selagi tangan satunya meraih lubang vaginaku.

“Ohh.. Pa.. Ja.. Jangan,” rintihku.

Namun, kurasakan birahiku mulai naik, bahkan lebih daripada saat aku menyaksikan film porno di kamarku diam-diam. Jarinya dengan lincah menggosok-gosok lubang vaginaku yang mulai basah. Nafasku pun mulai cepat dan berat. Melihat reaksiku yang mulai pasrah dan terbawa nafsu, Papa melanjutkan aksinya. Ia membawaku ke sofa ruang tamu dan mendudukkan diriku di pangkuannya dengan posisiku memunggunginya. Tak tak sempat pula ia membuka celana dalamku dengan kasar. Tangannya dengan kasar membuka lebar-lebar pahaku sampai-sampai vaginaku terpampang lebar guna dijelajahi oleh tangannya. Sebelum sempat melawan, dengan sigap tangannya pulang meraih vaginaku dan meremasnya.

“Ven, memek anda seksi banget.. Nanti Papa sodok ya..” bisik Papaku di telingaku dan menjilatinya saat tangannya mulai bermain di klitorisku.

Birahiku telah tak tertahankan lagi sampai aku juga pasrah terhadap perlakuan Papaku ini. Aku mulai mendesah-desah tak keruan. Jilatan maut di telingaku meningkatkan nafsuku. Papa tampak mencari-cari titik rawan di klitorisku dengan teknik menekan-nekan klitorisku dari atas ke bawah. Ketika akhirnya hingga di titik tertentu, aku meracau tak karuan.

situs bokep indonesia

“Ahh.. Shh.. Paa..” desahku bernafsu.
“Ven, Papa suka banget sama kamu..” balas Papa sambil menghirup pipiku.

Jarinya dengan lihai menggosok-gosok dan mengurangi titik rawan tersebut dengan berirama. Rasanya laksana melayang dan desahanku pulang menjadi rintihan kenikmatan. Tak hingga 15 menit kemudian, aku mendapat orgasmeku yang kesatu.

“Paa.. Venus pengen pipiss..” desahku tak tahan menyangga sesuatu yang hendak meledak di dalam diriku, tanganku meremas tangan Papa yang sedang bermain di klitorisku dengan bernafsu.

Di luar perkiraanku, Papa justeru memperkeras dan mempercepat gerakannya. Papa merebahkanku di sofa dan merentangkan kedua pahaku. Kurasakan jilatan lidah di bibir vaginaku, rasa menggelitik yang spektakuler menyerang tubuhku. Jilatan tersebut menjalar ke klitoris dan menciptakan vaginaku membanjir. Di sela jilatan-jilatan Papa yang maut, kurasakan gigitan lembut di klitorisku yang kian memicu hasrat seks-ku. Aku melenguh keras disertai jeritan-jeritan kesenangan yang seakan mengajak papaku guna terus dan tak berhenti.

Melihat reaksiku, Papa semakin berani dan menggesekan jarinya di liang vaginaku yang telah membanjir. Tak kuasa menyangga nikmat, aku juga mendesah keras terus-menerus. Aku meracau tidak beraturan. Kemudian kurasakan sensasi yang spektakuler nikmatnya tak lama kemudian. Vaginaku menerbitkan cairan deras jernih yang sebelumnya belum pernah kulihat. Papa terlihat senang melihatku merasakan orgasme yang kesatu. Setelah sensasi nikmat tersebut surut, kurasakan tubuhku lelah tak berdaya laksana tak bertulang. Papa membopongku ke kamarnya dan menidurkanku di kasur.

pkv game online

Papa memelukku dengan lembut. Kami tidak berbicara apa-apa. Papa lantas membuka dasterku, lantas Papa terlihat semakin bernafsu saat melihat payudaraku yang berukuran lumayan besar. Hasratku telah menurun dan rasa malu mulai menyergapku sampai aku segera menutupi payudara dan vaginaku dengan kedua tangan, tetapi Papa justeru menyingkirkan tanganku dengan kasar. Lelah masih terasa sebab orgasme tadi sampai-sampai aku tidak dapat melawan.

“Pa.. Jangan, Pa. Sudah cukup.. Venus takut..” isakku mulai menitikkan air mata. Melihat reaksiku, Papa justeru semakin bernafsu.
“Venus sayang. Papa entot anda ya.. Oh, Venus. Memekmu tentu nikmat. Sini Papa entotin ya, sayang..” rayu Papa dengan nafas memburu sebab nafsu.

Dengan motivasi 45, Papa meremas payudaraku dengan paling keras. Pertama-tama, aku berteriak kesakitan tetapi Papa tak mempedulikan teriakan mohon ampunku, justeru tampak dia semakin bernafsu guna menyetubuhiku. Jari-jarinya dengan terampil memilin putingku diselingi dengan cubitan keras sampai-sampai lama kelamaan teriakanku pulang menjadi jeritan nikmat. Libidoku mulai naik lagi dan vaginaku mulai basah. Puting susuku yang berwarna merah muda kini berwarna merah tua sebab cubitan-cubitan kerasnya, demikian pula dengan payudara putihku yang pulang menjadi kemerahan.

“Ahh.. Ahh.. Ukhh.. Paa..” racauku tak karuan.

Merasa puas menyaksikan reaksiku, Papa membuka seluruh bajunya dan alangkah terkejutnya aku menyaksikan penis papaku yang berukuran besar. Dengan lihainya, Papa segera menggesekkan kepala penisnya yang kemerahan ke lubang vaginaku yang telah basah. Aku menikmati sensasi lebih daripada jilatan lidah Papa di vaginaku sebelumnya sampai kutanggapi sensasi luar biasa tersebut dengan rintihanan keras kenikmatan.

“Ahh! Papaa.. Ohh.. Entotin Venus, paa..” racauku. Sudah hilang kesadaran bakal harga diriku.

judi online terpercaya

Melihat lampu hijau dariku, Papa segera menjalankan aksinya. Dengan perlahan ia memasukkan kepala penisnya ke dalam liang vaginaku, tetapi terhalang oleh selaput daraku. Papa tampak kendala menembus selaput daraku. Akhirnya dengan satu sodokan keras, vaginaku sukses ditembus guna kesatu kalinya. Rasa sakit spektakuler terasa di vaginaku. Papa dengan tanpa perasaan segera menyodok-nyodok penisnya dengan powerful dan keras di vaginaku yang masih sempit.

Rasa sakit itu pulang menjadi rasa nikmat laksana melayang di surga. Papa mendesah terus-menerus memuji kerapatan dan alangkah enaknya vaginaku. Penis Papa yang panjang dan besar terasa menyodok dinding rahimku sampai membuatku orgasme guna kedua kalinya. Papa terlihat masih bernafsu menggenjot vaginaku. Kemudian Papa mengembalikan badanku yang sudah lemas dan menusukkan penisnya ke dalam vaginaku lewat belakang. Ternyata posisi ini lebih nikmat sebab terasa lebih menggosok dinding vaginaku yang masih sensitif.

“Oh Venus.. Memekmu laksana sorga, Nin.. Nanti Papa entotin tiap hari yaa.. Ahh..”

Akhirnya sesudah menggenjotku sekitar setengah jam, Papa menemukan orgasmenya yang luar biasa. Spermanya terasa dengan kuat memancar dinding vaginaku. Papa menjerit-jerit nikmat dan badannya mengejang-ngejang. Tangannya dengan powerful meremas payudaraku dan menarik-narik putingku. Setelah orgasmenya, Papa berbaring di sebelahku dan menjilati puting susuku. Putingku disedot-sedot dan digerogotinya dengan gemas. Tampaknya Papa hendak membuatku orgasme lagi.

game domino terbaik android

Tangannya pulang menjelajahi vaginaku, tetapi kali ini jarinya masuk ke dalam liang vaginaku. Papa menekang-nekan dinding vaginaku yang masih rapat. Ketika hingga pada sebuah titik, badanku mengejang nikmat dan Papa tampaknya senang sekali sampai jarinya pulang menggosok-gosok wilayah rawan tersebut dan menekannya terus menerus. Wow! Rasanya ajaib sekali! Terasa seperti hendak pipis, tetapi nikmatnya tak tertahankan. Ternyata itulah G-Spot.

Aku tidak bertahan lama dan kesudahannya orgasme guna ketiga kalinya. Badanku mengejang dan cairan orgasme pulang mengalir dengan deras bercampur darah keperawananku. Akhirnya, kami menyudahi permainan seks kami yang perdana dan mandi. Baru sesudah itu, kami pergi ke lokasi tinggal sakit.

Sejak kejadian itu, kami menjadi sering mengerjakan hubungan seks dan mencari-cari peluang untuk melakukannya tanpa sepengetahuan orang lain. Bahkan aku pernah membolos sekolah sebab pada saat tersebut Papa sedang naik libidonya. Akhirnya kami memesan hotel dan sama-sama membolos, aku dari sekolah dan Papa dari kantornya. Papa pun mengajariku sekian banyak posisi dan bagaimana teknik mengulum penis dengan benar (blow-job). Ilmu seks yang Papa berikan kesudahannya membuatku disukai oleh sejumlah lelaki lain sebab serviceku yang memuaskan.

Itulah empiris seks-ku yang kesatu kalinya dan tak bakal kulupakan seumur hidup. Terima kasih, Papa!

error: #LIGA188 Situs Judi 1 ID Semua Game