Cerita Hot Dewasa ¦ Koleksi Foto Hot ¦ Indo Hot XXX

Indo Hot XXX

Cerita Sex Pemuas Istri Penjabat

Cerita Sex Pemuas Istri Penjabat

Cerita Sex Pemuas Istri Penjabat, pkv game, situs alternatif, pkv game online, judi online terpercaya, game domino terbaik android, game poker terbaik android, Bokep XXX Tante, Foto Bugil Tante, Foto Hot Telanjang, Foto Memek Tante, Foto Tante Jilbab, Hot Foto Tante, Hot Memek Tante, Indo Tante Sexy, Koleksi Foto Tante, Memek Hot Tante, Seksi Indo Tante, Tante Toge Bugil

Kejadian ini ialah sebagian dari cerita nyataku, yang terjadi tidak cukup lebih 4 tahun yang lalu. Terus terang, aku sangat menyenangi wanita yang berusia 30an tahun, dengan kulit mulus. Bagiku perempuan ini paling menarik, lagipula jika ‘jam terbangnya’ telah tinggi, sampai-sampai pandai dalam bercinta.

Namun sebagai pegawai swasta yang bekerja, aku mempunyai keterbatasan waktu, tidak gampang bagiku untuk menggali wanita tersebut. Hal ini yang mendorong aku guna mengiklankan diriku pada suatu surat kabar berbahasa Inggris, guna menawarkan jasa ‘full body massage’. Uang bagiku tidak masalah, sebab aku berasal dari family menengah dan gajiku cukup, tetapi kepuasan yang ku bisa jauh dari itu. Sehingga aku tidak memasang tarif guna jasaku itu, diberi berapapun kuterima.

pkv game

Sepanjang hari itu, semenjak iklanku terbit tidak sedikit respon yang kudapat, beberapa dari mereka melulu iseng belaka, atau melulu ingin ngobrol. Di senja hari, tidak cukup lebih pukul 18.00 seorang perempuan menelponku.
“Hallo dengan Hendra?” suara merdu tersiar dari sana.
“Ya saya sendiri” jawabku.
Dan seterusnya dia mulai menanyakan ciri-ciriku. Selanjutnya, “Eh ngomong-ngomong, berapa sich panjangnya anda punya?” katanya.
“Yah normal sajalah selama 16,5 cm dengan diameter 3,5 cm.” jawabku.
“Wah lumayan pun yach, kemudian apakah jasa anda ini tergolong semuanya,” lanjutnya.
“Apa saja yang anda butuhkan, anda pasti puas dech..” jawabku. Dan yang agak mengejutkan ialah bahwa dia meminta kesediaanku guna melakukannya dengan disaksikan suaminya. Namun kurasa, wah ini empiris baru buatku.

Akhirnya dia memintaku guna segera datang di suatu hotel “R” berbintang lima di area Sudirman, tak jauh dari kantorku. Aku mengasumsikan bahwa pasangan ini bukanlah sembarang orang, yang dapat membayar tarif hotel semahal itu. Dan benar dugaanku, suatu president suite room sudah ada di hadapanku. Segera kubunyikan bel di depan kamarnya. Dan seorang pria, dengan mengenakan kimono, berusia tak lebih dari 40 tahun membukakan pintu untukku, yang tak beda tak bukan di antara petinggi pemko di kota kami.

situs alternatif

“Hendra?” katanya.
“Ya saya Hendra,” jawabku. Lalu ia mencermatiku dari atas sampai bawah sebelum ia mempersilakan aku masuk ke dalam. Pasti dia tidak hendak sembarang orang menyentuh istrinya, pikirku.
“OK, masuklah” katanya. Kamar tersebut begitu luas dan gelap sekali. Aku memandang sekeliling, suatu TV berukuran 52″ sedang menunjukkan blue film.

Lalu aku memandang ke arah lokasi tidur. Seorang perempuan yang kutaksir umurnya tak lebih dari 30 tahun berbaring di atas lokasi tidur, badannya dimasukkan ke dalam bed cover tersenyum padaku seraya menjulurkan tangannya guna menyalamiku. “Kamu tentu Hendra khan? Kenalkan saya Amanda” katanya lembut.
Aku terpana melihatnya, rambutnya sebahu berwarna pirang, kulitnya mulus sekali, wajahnya cantik, pokoknya perfect! Aku masih terpana dan menyangga liurku, saat dia berbicara “Lho kok bingung sich”.
“Akh enggak..” kataku sambil menjawab salamnya.
“Kamu mandi dulu dech biar segar, tuch di kamar mandi,” katanya.
“Oke tunggu yach sebentar,” jawabku seraya melangkah ke kamar mandi. Sementara, suaminya melulu menyaksikan dari sofa dikegelapan. Cepat-cepat kubersihkan badanku biar wangi. Dan segera setelah tersebut kukenakan celana pendek dan kaos.

Aku melangkah keluar, “Yuk anda mulai,” katanya.
Dengan tidak banyak gugup aku mendekat tempat tidurnya. Dan dengan bodohnya aku bertanya, “Boleh aku lepaskan pakaianku?”, dia tertawa kecil dan menjawab, “terserah kau saja..”.
Segera kulepaskan pakaianku, dia terbelalak melihatku dalam suasana polos, “Ahk.. ehm..” dan segera mengajakku masuk ke dalam bed cover juga. “Kamu cantik sekali Amanda” kataku lirih.
Aku tak berakhir pikir ada perempuan secantik ini yang pernah kulihat dan suaminya mengizinkan orang beda menjamahnya, ah.. alangkah beruntungnya aku ini. “Ah kamu dapat saja,” kata Amanda.

pkv game online

Segera aku masuk ke dalam bed cover, kuteliti tubuhnya satu persatu. Kedua bulatan payudaranya yang lumayan besar dan berwarna putih tampak menggantung dengan indahnya, diantara keremangan aku masih dapat menyaksikan dengan paling jelas betapa estetis kedua bongkah susunya yang kelihatan begitu paling montok dan kencang. Samar kulihat kedua puting mungilnya yang berwarna merah kecoklatan. “Yaa aammpuunn..” bisikku lirih tanpa sadar, “Ia benar-benar sempurna” kataku dalam hati.

“Dra..” bisik Tante Amanda di telingaku.
Aku menoleh dan terjengah. Ya Ampuun, wajah cantiknya tersebut begitu dekat sekali dengan wajahku. Hembusan nafasnya yang hangat hingga begitu terasa menerpa daguku. Kunikmati semua keindahan bidadari di depanku ini, mulai dari wajahnya yang cantik menawan, lekak-lekuk tubuhnya yang begitu seksi dan montok, bayang-bayang bundar kedua buah payudaranya yang besar dan kencang dengan kedua putingnya yang lancip, perutnya yang ramping dan pantatnya yang bulat padat bak gadis remaja, pahanya yang seksi dan aah.., kubayangkan betapa estetis bukit kemaluannya yang kelihatan begitu menonjol dari balik bed cover. Hmm.., alangkah nikmatnya nanti ketika batang kejantananku menginjak liang kemaluannya yang sempit dan hangat, bakal kutumpahkan sebanyak barangkali air maniku ke dalam liang kemaluannya sebagai bukti kejantananku.

“Dra.. mulailah sayang..” bisik Tante Amanda, membuyarkan angan-angan seks-ku padanya. Sorotan kedua matanya yang tidak banyak sipit kelihatan begitu sejuk dalam pandanganku, hidungnya yang putih membangir mendengus pelan, dan bibirnya yang ranum kemerahan tampak basah separuh terbuka, duh cantiknya. Kukecup lembut bibir Tante Amanda yang separuh terbuka. Begitu terasa hangat dan lunak. Kupejamkan kedua mataku merasakan kelembutan bibir hangatnya, terasa manis.

judi online terpercaya

Selama tidak cukup lebih 10 detik aku mengulum bibirnya, meresapi segala kehangatan dan kelembutannya. Kuraih tubuh Tante Amanda yang masih sedang di hadapanku dan kubawa pulang ke dalam pelukanku.
“Apa yang bisa kau kerjakan untukku Dra..” bisiknya lirih separuh kelihatan malu.
Kedua tanganku yang mendekap pinggangnya erat, terasa tidak banyak gemetar memendam sejuta rasa. Dan tanpa terasa jemari kedua tanganku sudah berada di atas pantatnya yang bulat. Mekal dan padat. Lalu perlahan kuusap mesra seraya kuberbisik, “Tante tentu tahu apa yang bakal Hendra lakukan.. Hendra bakal puaskan Tante sayang..” bisikku pelan. Jiwaku sudah terlanda nafsu.

Kuelus-elus semua tubuhnya, akhh.. mulus sekali, dengan tidak banyak gemas kuremas gemas kedua belah pantatnya yang terasa kenyal padat dari balik bed cover. “Oouuhh..” Tante Amanda mengeluh lirih.
Bagaimanapun juga herannya aku saat tersebut masih dapat menahan diri guna tidak bersikap over atau kasar terhadapnya, meski nafsu seks-ku saat tersebut terasa telah diubun-ubun tetapi aku hendak sekali menyerahkan kelembutan dan kemesraan kepadanya. Lalu dengan gemas aku pulang melumat bibirnya. Kusedot dan kukulum bibir hangatnya secara bergantian dengan mesra atas dan bawah. Kecapan-kecapan kecil tersiar begitu indah, seindah cumbuanku pada bibir Tante Amanda. Kedua jemari tanganku masih mengusap-usap sembari sesekali meremas pelan kedua belah pantatnya yang bulat pada dan kenyal.

Bibirnya yang terasa hangat dan empuk berulang kali memagut bibirku sebelah bawah dan aku membalasnya dengan memagut bibirnya yang sebelah atas. ooh.., terasa begitu nikmatnya. Dengusan pelan nafasnya beradu dengan dengusan nafasku dan berulang kali pula hidungnya yang kecil membangir beradu mesra dengan hidungku. Kurasakan kedua lengan Tante Amanda sudah melingkari leherku dan jemari tangannya kurasakan mengelus mesra rambut kepalaku.

game domino terbaik android

Batang kejantananku terasa semakin besar lagipula karena posisi tubuh kami yang saling berdekapan erat menciptakan batang kejantananku yang menonjol dari balik celanaku tersebut terjepit dan menempel keras di perut Tante Amanda yang empuk, sejenak lantas kulepaskan pagutan bibirku pada bibir Tante Amanda.

Wajahnya yang cantik tersenyum manis padaku, kuturunkan wajahku seraya terus menjulurkan lidah di permukaan perutnya terus turun dan hingga di wilayah yang sangat kusukai, wangi sekali baunya. Tak butuh ragu. “Ohh apa yang bakal kau lakukan.. akh..” tanyanya seraya memejamkan mata menahan kesenangan yang dirasakannya. Beberapa saat lantas tangan tersebut malah mendorong kepalaku semakin bawah dan.., “Nyam-nyam..” nikmat sekali kemaluan Tante Amanda. Oh, bukit kecil yang berwarna merah memicu birahiku.

Kusibakkan kedua bibir kemaluannya dan, “Creep..” ujung hidungku kupaksakan masuk ke dalam celah kemaluan yang sudah sejak tadi becek itu.
“Aaahh.. anda nakal,” jeritnya lumayan keras. Terus cerah kemaluannya ialah terindah yang pernah kucicipi, bibir kemaluannya yang merah merekah dengan format yang gemuk dan lebar tersebut membuatku semakin bernafsu saja. Bergiliran kutarik kecil kedua belah bibir kemaluan tersebut dengan mulutku. “Ooohh lidahmu.. ooh nikmatnya Hendra..” lirih Tante Amanda.

Sementara aku asyik merasakan bibir kemaluannya, ia terus mendesah menikmati kegelian, serupa seorang gadis perawan yang baru menikmati seks guna kesatu kali, kasihan perempuan ini dan alangkah bodohnya suaminya yang melulu memandangku dari kegelapan.

“Aahh.. sayang.. Tante suka yang tersebut yaahh.. sedoot lagi dong sayang oogghh,” ia mulai tidak sedikit menggunakan kata sayang guna memanggilku. Sebuah panggilan yang kelihatannya terlalu mesra guna tahap mula ini.

game domino terbaik android

Lima menit kemudian.. “Sayang.. Aku hendak cicipi punya anda juga,” katanya laksana memintaku menghentikan tarian lidah di atas kemaluannya.
“Ahh.. baiklah Tante, kini giliran Tante,” lanjutku lantas berdiri mengangkang di atas wajahnya yang masih berbaring. Tangannya langsung meraih batang kemaluan besarku dan sekejap terkejut menyadari ukurannya yang jauh di atas rata-rata.
“Okh Dra.. estetis sekali punyamu ini..” katanya padaku, lidahnya langsung menjulur kearah kepala kemaluanku yang sudah sejak tadi tegang dan amat keras itu.
“Mungkin ini nggak akan lumayan kalau masuk di.. aah mm.. nggmm,” belum lagi ucapan-ucapan isengnya terbit aku telah menghunjamkan burungku kearah mulutnya dan, “Croop..” langsung mengisi rongganya yang mungil itu. Matanya menatapku dengan pandangan lucu, sedangkan aku sedang meringis menikmati kegelian yang malah semakin menciptakan senjataku tegang dan keras.
“Aduuh enaak.. oohh enaknya Tante oohh..” sedangkan ia terus menyedot dan mengocok batang kemaluanku terbit masuk mulutnya yang sekarang tampak semakin sesak. Tangan kananku meraih payudara besarnya yang menggelayut bergoyang kesana kemari sembari tangan sebelah kiriku memberi rabaan di punggungnya yang halus itu. Sesekali ia menggigit kecil kepala kemaluanku dalam mulutnya, “Mm.. hmm..” melulu itu yang terbit dari mulutnya, seiring telapak tanganku yang meremas keras daging lunak di dadanya.

“Crop..” ia menerbitkan kemaluanku dari mulutnya. Aku langsung menyergap pinggulnya dan lagi-lagi wilayah selangkangan dengan bukit berbulu tersebut kuserbu dan kusedot cairan mani yang kelihatannya sudah membanjir di bibir kemaluannya.
“Aoouuhh.. Tante nggak tahan lagi sayang ampuun.. Vann.. hh masukin kini juga, ayoo..” pintanya seraya memegang pantatku. Segera kuarahkan kemaluanku ke selangkangannya yang tersibak salah satu pinggangku menanam posisi liang kemaluannya yang tersingkap lebar, pelan sekali kutempelkan di bibir kemaluannya dan mendorongnya perlahan, “Ngg.. aa.. aa.. aa.. ii.. oohh masuuk.. aduuh besar sekali sayang, oohh..” ia merintih, wajahnya memucat laksana orang yang terluka iris.

judi online terpercaya

Aku tahu bila itu ialah reaksi dari bibir kemaluannya yang terlampau rapat guna ukuran burungku. Dan Tante Amanda adalahwanita yang kesekian kalinya menuliskan hal yang sama. Namun jujur saja, ia ialah wanita separuh baya tercantik dan terseksi dari seluruh wanita yang pernah kutiduri. Buah dadanya yang membusung besar tersebut langsung kuhujani dengan kecupan-kecupan pada kedua putingnya secara bergiliran, sesekali aku juga berjuang mengimbangi gerakan turun naiknya diatas pinggangku dengan teknik mengusung-angkat dan memiringkan pinggul sampai membuatnya semakin bernafsu, tetapi tetap mengawal ketahananku dengan menghunjamkan kemaluanku pada masing-masing hitungan kelima.

Tangannya menekan-nekan kepalaku kearah buah dadanya yang tersedot keras sedangkan burungku terus terbit masuk semakin fasih dalam liang senggamanya yang telah terasa banjir dan amat becek itu. Puting susunya yang ternyata adalahtitik nikmatnya kugigit kecil sampai wanita tersebut berteriak kecil merintih menyangga rasa nikmat paling hebat, untung saja kamar tidur itu terletak di lantai dua yang lumayan jauh guna mendengar teriakan-teriakan kami berdua. Puas memainkan kedua buah dadanya, kedua tanganku meraih kepalanya dan menariknya kearah wajahku, hingga disitu mulut kami beradu, kami saling memainkan lidah dalam rongga mulut secara bergiliran. Setelah tersebut lidahku menjalar binal di pipinya naik kearah kelopak matanya melumuri semua wajah cantik itu, dan menggigit daun telinganya. Genjotan pinggulnya semakin keras menghantam pangkal pahaku, burungku semakin terasa membentur dasar liang senggama.

“Ooohh.. aa.. aahh.. aahh.. mmhh gelii oohh enaknya, Vann.. ooh,” desah Tante Amanda.
“Yaahh enaak pun Tante.. oohh rasanya nikmat sekali, yaahh.. genjot yang keras Tante, nikmat sekali laksana ini, oohh enaakk.. oohh Tante oohh..” kata-kataku yang polos tersebut keluar begitu saja tanpa kendali. Tanganku yang tadi sedang di atas kini berpindah meremas bongkahan pantatnya yang bahenol itu. Setiap ia mengurangi ke bawah dan mencampakkan kemaluannya tertusuk burungku, secara otomatis tanganku meremas keras bongkahan pantatnya. Secara refleks pula kemaluannya mengapit dan berdenyut laksana menyedot batang kejantananku.

situs alternatif

Hanya sepuluh menit setelah tersebut goyangan tubuh Tante Amanda terasa menegang, aku mengerti bila itu ialah gejala orgasme yang bakal segera diraihnya, “Draa.. aahh aku nngaak.. nggak kuaat aahh.. aahh.. oohh..”
“Taahaan Tante.. tunggu saya dulu ngg.. ooh enaknya Tante.. tahan dulu .. tidak boleh keluarin dulu..” Tapi percuma saja, tubuh Tante Amanda menegang kaku, tangannya memegang erat erat di pundakku, dadanya menjauh dari wajahku sampai kedua telapak tanganku semakin leluasa menyerahkan remasan pada buah dadanya. Aku sadar sulitnya menyangga orgasme itu, sampai aku meremas keras payudaranya guna memaksimalkan kesenangan orgasme tersebut padanya. “Ooo.. ngg.. aahh.. sayang sayang.. sayang.. ooh enaak.. Tante kelauaar.. oohh.. oohh..” teriaknya panjang menyelesaikan babak permainan itu. Aku menikmati jepitan kemaluannya disekeliling burungku mengeras dan terasa memegang erat erat sekali, desiran zat cair kental terasa memancar enam kali di dalam liang kemaluannya hingga sekitar sepuluh detik lantas ia mulai lemas dalam pelukanku.

Sementara tersebut makin kupercepat gerakanku, kian terdengar dengan jelas suara gesekan antara kemaluan saya dengan kemaluannya yang telah diairi oleh cairan dari kemaluan Tante Amanda. “Aaakhh.. enakk!” desah Tante Amanda tidak banyak teriak.
“Tante.. saya mau terbit nich.. eesshh..” desahku pada Tante Amanda.
“Keluarkanlah sayang.. eesshh..” jawabnya seraya mendesah.
“Uuugghh.. aaggh.. eenak Tante..” teriakku agak keras dengan bersamaannya spermaku yang terbit dan menyembur di dalam kemaluan Tante Amanda.

“Hemm.. hemm..” suara itu lumayan mengagetkanku. Ternyata suaminya yang sejak tadi melulu menonton sekarang telah bangkit dan melepas kimononya. “Sekarang giliranku, terima kasih kau sudah membangkitkanku kau boleh meninggalkan kami sekarang,” katanya seraya menyerahkan segepok duit padaku.

situs alternatif

Aku segera menggunakan pakaianku, dan melangkah keluar. Tante Amanda mengantarkanku kepintu seraya sambil menghadiahkanku suatu kecupan kecil, katanya “Terima kasih yach.. kini giliran suamiku, sebab ia perlu melihat permainanku dengan orang beda sebelum ia melakukannya.”
“Terima kasih kembali, bila Tante perlu saya lagi hubungi saya saja,” jawabku sambil menjawab kecupannya dan melangkah keluar.

“Akh.. alangkah beruntungnya aku bisa ‘order’ melayani wanita laksana Tante Amanda,” pikirku puas. Ternyata ada pun suami yang rela mengorbankan istrinya guna digauli orang beda untuk mengisi hasratnya.

error: #LIGA188 Situs Judi 1 ID Semua Game